Jumat, 11 November 2011

REISHA: Perjuangan Demi Selembar LA

Tulisan sebelumnya… (prev: after primary screening)
MEXT mensyaratkan setiap pelamar beasiswa yang lolos primary screening untuk mendapatkan LA (Letter of Acceptance). LA dari profesor calon pembimbing di Jepang adalah semacam surat keterangan bahwa profesor bersedia menerima Anda untuk riset di lab nya. Namun dengan mendapatkan LA, bukan berarti Anda sudah diterima sebagai mahasiswa S2 atau S3 di sana.
Saya baru mencari profesor setelah dinyatakan lulus tes tertulis dan wawancara (awal Agustus). Agak hectic jadinya karena mendapatkan profesor tidak bisa dibilang mudah. Mana waktu itu saya sibuk menyelesaikan TA saya untuk mengejar wisuda. Di Jepang juga lagi musim panas, kali aja profesornya lagi liburan. Deadline LA akhir September. Huff. Pusing TA, pusing LA. (doh)
Concern riset saya adalah di bidang Software Engineering. Jepang gudangnya Computer Science, agak susah mencari yang Software Engineering, walau keduanya sama-sama IT.
Awalnya saya menemukan profesor di Osaka University yang concern risetnya sama. Profesor ini membalas e-mail saya, dan ternyata beliau hanya mau menerima mahasiswa untuk sampai S3. Kalaupun saya mau sampai S3, beliau ingin saya mengerjakan soal tes masuk tahun lalu dan mewawancara saya via Skype. Saya lihat soal tesnya, dalam bahasa Jepang 8-O Boro-boro jawab, memahami soalnya saja tak bisa. Ya sudahlah. Saya menyerah dengan profesor yang ini. Ditambah saya belum kepikiran untuk sampai S3 di sana.
Awal hingga pertengahan Agustus saya masih sibuk mencari-cari profesor yang sesuai. Berikutnya saya menemukan profesor yang sesuai di Waseda University. Saya kirimkan email ke beliau tidak dibalas-balas. Dengar dari teman, kalau di Waseda University kita harus mengirimkan berkas-berkasnya ke international office-nya, tidak boleh langsung ke profesornya. Ya sudah, saya kirimkan saja dulu berkas-berkasnya. Semoga bisa diproses.
Tidak berhenti di situ, saya masih cari-cari profesor lain soalnya belum ada yang pasti. Akhirnya saya nemu beberapa dan saya kirimkan e-mail ke profesor di Tokyo Institute of Technology, Nagoya University, Keio University, dan Toyohashi University of Technology. Tidak ada yang membalas. Hiks. Saya juga mengirim e-mail ke profesor di Ritsumeikan University.
Waktu menyerahkan berkas-berkas ke Kedubes (pertengahan Agustus), saya sudah harus menentukan pilihan universitas saya. Walaupun belum pasti akan dapat LA, saya isikan saja pilihan saya senekatnya. Pilihan 1 Waseda University, pilihan 2 Nagoya University, dan pilihan 3 Ritsumeikan University.
Profesor di Ritsumeikan University pun membalas, dan ternyata concern riset beliau kurang sesuai dengan saya. Beliau merekomendasikan profesor lain di universitas yang sama. Akhirnya saya kirim lagi e-mail ke profesor yang satu lagi ini. Dan akhirnya beliau bersedia mengisikan LA untuk saya. Argh, ternyata saya masih harus mengirim berkas-berkas lagi ke Jepang :cry:
LA dari Ritsumeikan University tinggal menunggu sampai ke Indonesia. Dan ga ada angin ga ada hujan, profesor di Waseda University tiba-tiba membalas e-mail saya dan bertanya apa yang bisa beliau bantu. Alhamdulillah. Akhirnya saya bilang ke beliau bahwa saya butuh LA dari beliau dan berkas-berkas yang dibutuhkan sudah saya kirim ke CIE Waseda. Namun sampai tahap ini saya tidak tahu kapan saya akan dapat LA dari sana, padahal waktu itu bulan September segera datang.
Di bulan September ada libur Lebaran, dan saya sudah memutuskan untuk pulang kampung. Syukurlah sebelum saya pulang, LA dari Ritsumeikan University sampai. Akhirnya, sebelum ke bandara saya ke Kedubes terlebih dahulu untuk mengantarkan LA tadi. Cape juga nenteng-nenteng tas ke Kedubes, mana tasnya tidak bisa dititip di bawah, padahal bagian Pendidikannya ada di lantai 2.
Begitu sampai di Padang, saya malah dapat e-mail dari profesor di Waseda University yang menyatakan bahwa beliau sudah mengisi LA saya. Alhamdulillah. Untuk LA yang satu lagi ini, kemungkinan besar baru akan saya terima setelah libur Lebaran. 28 September 2009 saya terima dan saya kirim kilat ke Kedubes. Syukurlah masih diterima.
Bagaimana kalau tidak dapat LA?
Sebisa mungkin LA ini didapatkan. Kalau tidak dapat, kemungkinan untuk memperoleh beasiswa MEXT masih ada. MEXT akan membantu mengurusnya ke universitas, entah itu ke universitas pilihan Anda atau universitas lain. Tidak perlu kuatir? Entahlah :D
Bersambung… (next: epilog)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger