Tulisan sebelumnya… (prev: after primary screening)
MEXT mensyaratkan setiap pelamar beasiswa yang lolos primary screening untuk mendapatkan LA (Letter of Acceptance).
LA dari profesor calon pembimbing di Jepang adalah semacam surat
keterangan bahwa profesor bersedia menerima Anda untuk riset di lab nya.
Namun dengan mendapatkan LA, bukan berarti Anda sudah diterima sebagai
mahasiswa S2 atau S3 di sana.
Saya baru mencari profesor setelah dinyatakan lulus tes tertulis dan wawancara (awal Agustus). Agak hectic
jadinya karena mendapatkan profesor tidak bisa dibilang mudah. Mana
waktu itu saya sibuk menyelesaikan TA saya untuk mengejar wisuda. Di
Jepang juga lagi musim panas, kali aja profesornya lagi liburan. Deadline LA akhir September. Huff. Pusing TA, pusing LA. 
Concern riset saya adalah di bidang Software Engineering. Jepang gudangnya Computer Science, agak susah mencari yang Software Engineering, walau keduanya sama-sama IT.
Awalnya saya menemukan profesor di Osaka University yang concern
risetnya sama. Profesor ini membalas e-mail saya, dan ternyata beliau
hanya mau menerima mahasiswa untuk sampai S3. Kalaupun saya mau sampai
S3, beliau ingin saya mengerjakan soal tes masuk tahun lalu dan
mewawancara saya via Skype. Saya lihat soal tesnya, dalam bahasa Jepang
Boro-boro jawab, memahami soalnya saja tak bisa. Ya sudahlah. Saya
menyerah dengan profesor yang ini. Ditambah saya belum kepikiran untuk
sampai S3 di sana.
Awal hingga pertengahan Agustus saya
masih sibuk mencari-cari profesor yang sesuai. Berikutnya saya menemukan
profesor yang sesuai di Waseda University. Saya kirimkan email ke
beliau tidak dibalas-balas. Dengar dari teman, kalau di Waseda
University kita harus mengirimkan berkas-berkasnya ke international office-nya, tidak boleh langsung ke profesornya. Ya sudah, saya kirimkan saja dulu berkas-berkasnya. Semoga bisa diproses.
Tidak berhenti di situ, saya masih
cari-cari profesor lain soalnya belum ada yang pasti. Akhirnya saya nemu
beberapa dan saya kirimkan e-mail ke profesor di Tokyo Institute of
Technology, Nagoya University, Keio University, dan Toyohashi University
of Technology. Tidak ada yang membalas. Hiks. Saya juga mengirim e-mail
ke profesor di Ritsumeikan University.
Waktu menyerahkan berkas-berkas ke
Kedubes (pertengahan Agustus), saya sudah harus menentukan pilihan
universitas saya. Walaupun belum pasti akan dapat LA, saya isikan saja
pilihan saya senekatnya. Pilihan 1 Waseda University, pilihan 2 Nagoya
University, dan pilihan 3 Ritsumeikan University.
Profesor di Ritsumeikan University pun membalas, dan ternyata concern
riset beliau kurang sesuai dengan saya. Beliau merekomendasikan
profesor lain di universitas yang sama. Akhirnya saya kirim lagi e-mail
ke profesor yang satu lagi ini. Dan akhirnya beliau bersedia mengisikan
LA untuk saya. Argh, ternyata saya masih harus mengirim berkas-berkas
lagi ke Jepang
LA dari Ritsumeikan University tinggal
menunggu sampai ke Indonesia. Dan ga ada angin ga ada hujan, profesor di
Waseda University tiba-tiba membalas e-mail saya dan bertanya apa yang
bisa beliau bantu. Alhamdulillah. Akhirnya saya bilang ke beliau bahwa
saya butuh LA dari beliau dan berkas-berkas yang dibutuhkan sudah saya
kirim ke CIE Waseda. Namun sampai tahap ini saya tidak tahu kapan saya akan dapat LA dari sana, padahal waktu itu bulan September segera datang.
Di bulan September ada libur Lebaran, dan
saya sudah memutuskan untuk pulang kampung. Syukurlah sebelum saya
pulang, LA dari Ritsumeikan University sampai. Akhirnya, sebelum ke
bandara saya ke Kedubes terlebih dahulu untuk mengantarkan LA tadi. Cape
juga nenteng-nenteng tas ke Kedubes, mana tasnya tidak bisa dititip di
bawah, padahal bagian Pendidikannya ada di lantai 2.
Begitu sampai di Padang, saya malah dapat
e-mail dari profesor di Waseda University yang menyatakan bahwa beliau
sudah mengisi LA saya. Alhamdulillah. Untuk LA yang satu lagi ini,
kemungkinan besar baru akan saya terima setelah libur Lebaran. 28
September 2009 saya terima dan saya kirim kilat ke Kedubes. Syukurlah
masih diterima.
Bagaimana kalau tidak dapat LA?
Sebisa mungkin LA ini didapatkan. Kalau
tidak dapat, kemungkinan untuk memperoleh beasiswa MEXT masih ada. MEXT
akan membantu mengurusnya ke universitas, entah itu ke universitas
pilihan Anda atau universitas lain. Tidak perlu kuatir? Entahlah
Bersambung… (next: epilog)


0 komentar:
Posting Komentar