Jumat, 11 November 2011

REISHA: Tes Tertulis Beasiswa Monbukagakusho 2010

Tulisan sebelumnya… (prev: seleksi dokumen)
Lolos dari seleksi dokumen, pelamar beasiswa MEXT program Research Student akan menghadapi tes tertulis DAN wawancara. Tes tertulis ini dilaksanakan secara bersamaan, sementara untuk wawancara, tiap pelamar akan diberikan jadwal yang berbeda-beda. OK, kali ini saya akan cerita tentang tes tertulisnya terlebih dahulu.
Sebelum tes ada semacam pengarahan dari pihak Kedubes. Saya lupa apa saja yang dijelaskan, hehehe. Yang saya ingat, ada penjelasan tentang prosedur setelah tes tertulis dan wawancara.
Tes tertulis ini berupa tes bahasa saja, tidak ada tes kemampuan akademik atau sejenisnya. Tes bahasanya sendiri ada bahasa Inggris dan bahasa Jepang, masing-masing 60 menit. Bahasa Jepang? 8-O Yup. Jika Anda tidak bisa berbahasa Jepang (seperti halnya saya), Anda tidak perlu kuatir.
Jadi, aturan tes tertulis itu seperti ini. Tes bahasa Jepang wajib, sementara tes bahasa Inggris optional. Jika Anda tidak bisa bahasa Jepang, Anda boleh mengosongkan lembar jawaban. Tes bahasa Inggris sebaiknya diambil. Intinya, ambil sajalah kedua tes tersebut. Dengar-dengar, nilai terbaik yang akan diambil. Ada juga yang bilang, tes tertulis ini lebih untuk melihat kemampuan berbahasa kita sejauh apa. Jangan lupa berdoa juga ya ;) Doa saya masih sama, ‘ya Allah, jika memang ada jalan buat saya ke Jepang, maka mudahkanlah’.
Soal tes tahun-tahun sebelumnya dapat Anda lihat di sini. Soal tes tahun kemarin tampaknya cukup berbeda tipe soalnya dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahasa Inggrisnya bisa lah. Untuk bahasa Jepang malah tampaknya makin sulit :( Dulu-dulu masih ada soal pola-pola kalimat gitu. Tahun lalu malah isinya reading text semua. Pilihan ganda sih, 20 soal doank, tapi saya tidak mengerti satupun apa yang tertulis :cry: Ya iyalah, kanji gitu, secara saya waktu itu baru hapal hiragana. Katakana juga lupa-lupa ingat :D Bisa baca juga belum tentu tau artinya. Hehehe. Santai, kosongkan saja lembar jawaban. Yakin, tidak akan sendirian. Hehehe. :D
Oiya, tahun lalu tes tertulis diadakan pada 13 Juli 2009. Saya cukup hectic waktu itu, beberapa kali mesti bolak-balik Bandung-Jakarta. Tanggal 11 Juli saya ada pelatihan di Jakarta. Berangkat pagi subuh dari Bandung, lalu balik sore harinya. Saya mesti balik ke Bandung karena 12 Juli ada pernikahan teman, dan saya sudah didaulat jadi pagar ayu. 12 Juli sorenya, setelah acara pernikahan, saya berangkat lagi ke Depok untuk menginap di tempat teman (yup girls, that’s why I went early from the wedding, hehe). Saya kuatir terlambat jikalau harus berangkat ke Kedubes pada 13 Juli pagi. Tesnya dimulai jam 09.00, dan dengar-dengar jalan ke Jakarta Senin pagi macet.
Dari Depok saya berangkat jam 06.00. Hiks. Terpaksa berangkat pagi banget karena si teman kerja di Jakarta dan masuk pagi. Jam 7-an saya sudah sampai di Kedubes. Bengong deh sendirian. Untung beberapa saat kemudian datang satu orang lagi. Setelah kenalan, ternyata anak TL’05 ITB (Nasti). Menjelang jam 9, makin banyak yang berdatangan. Ada beberapa anak ITB juga (salah satunya Pipin FT’04), dan malah ada salah satu senior saya di UKM-ITB (Ni Feni EL’03). Yang belum tamat kuliah seperti saya tampaknya bisa dihitung dengan jari :p Seusai tes saya kembali lagi ke Bandung. たいへんですね.
Wawancara menanti saya pada tanggal 17 Juli 2009 jam 09.00. Bolak-balik lagi deh Bandung-Jakarta (gym) Lagi-lagi saya menginap di Depok sehari sebelum wawancara (thank’s banget lah buat Ayu buat tumpangannya selama saya tes :) ) dan berangkat jam 06.00 lagi dari Depok ke Jakarta.
Bersambung… (next: wawancara)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger