Tulisan sebelumnya… (prev: seleksi dokumen)
Lolos dari seleksi dokumen, pelamar beasiswa MEXT program Research Student
akan menghadapi tes tertulis DAN wawancara. Tes tertulis ini
dilaksanakan secara bersamaan, sementara untuk wawancara, tiap pelamar
akan diberikan jadwal yang berbeda-beda. OK, kali ini saya akan cerita
tentang tes tertulisnya terlebih dahulu.
Sebelum tes ada semacam pengarahan dari
pihak Kedubes. Saya lupa apa saja yang dijelaskan, hehehe. Yang saya
ingat, ada penjelasan tentang prosedur setelah tes tertulis dan
wawancara.
Tes tertulis ini berupa tes bahasa saja,
tidak ada tes kemampuan akademik atau sejenisnya. Tes bahasanya sendiri
ada bahasa Inggris dan bahasa Jepang, masing-masing 60 menit. Bahasa
Jepang?
Yup. Jika Anda tidak bisa berbahasa Jepang (seperti halnya saya), Anda tidak perlu kuatir.
Jadi, aturan tes tertulis itu seperti ini. Tes bahasa Jepang wajib, sementara tes bahasa Inggris optional.
Jika Anda tidak bisa bahasa Jepang, Anda boleh mengosongkan lembar
jawaban. Tes bahasa Inggris sebaiknya diambil. Intinya, ambil sajalah
kedua tes tersebut. Dengar-dengar, nilai terbaik yang akan diambil. Ada
juga yang bilang, tes tertulis ini lebih untuk melihat kemampuan
berbahasa kita sejauh apa. Jangan lupa berdoa juga ya
Doa saya masih sama, ‘ya Allah, jika memang ada jalan buat saya ke Jepang, maka mudahkanlah’.
Soal tes tahun-tahun sebelumnya dapat Anda lihat di sini.
Soal tes tahun kemarin tampaknya cukup berbeda tipe soalnya dengan
tahun-tahun sebelumnya. Bahasa Inggrisnya bisa lah. Untuk bahasa Jepang
malah tampaknya makin sulit
Dulu-dulu masih ada soal pola-pola kalimat gitu. Tahun lalu malah isinya reading text semua. Pilihan ganda sih, 20 soal doank, tapi saya tidak mengerti satupun apa yang tertulis
Ya iyalah, kanji gitu, secara saya waktu itu baru hapal hiragana. Katakana juga lupa-lupa ingat
Bisa baca juga belum tentu tau artinya. Hehehe. Santai, kosongkan saja lembar jawaban. Yakin, tidak akan sendirian. Hehehe.
Oiya, tahun lalu tes tertulis diadakan pada 13 Juli 2009. Saya cukup hectic
waktu itu, beberapa kali mesti bolak-balik Bandung-Jakarta. Tanggal 11
Juli saya ada pelatihan di Jakarta. Berangkat pagi subuh dari Bandung,
lalu balik sore harinya. Saya mesti balik ke Bandung karena 12 Juli ada
pernikahan teman, dan
saya sudah didaulat jadi pagar ayu. 12 Juli sorenya, setelah acara
pernikahan, saya berangkat lagi ke Depok untuk menginap di tempat teman (yup girls, that’s why I went early from the wedding, hehe).
Saya kuatir terlambat jikalau harus berangkat ke Kedubes pada 13 Juli
pagi. Tesnya dimulai jam 09.00, dan dengar-dengar jalan ke Jakarta Senin
pagi macet.
Dari Depok saya berangkat jam 06.00.
Hiks. Terpaksa berangkat pagi banget karena si teman kerja di Jakarta
dan masuk pagi. Jam 7-an saya sudah sampai di Kedubes. Bengong deh
sendirian. Untung beberapa saat kemudian datang satu orang lagi. Setelah
kenalan, ternyata anak TL’05 ITB (Nasti). Menjelang jam 9, makin banyak
yang berdatangan. Ada beberapa anak ITB juga (salah satunya Pipin
FT’04), dan malah ada salah satu senior saya di UKM-ITB (Ni Feni EL’03).
Yang belum tamat kuliah seperti saya tampaknya bisa dihitung dengan
jari :p Seusai tes saya kembali lagi ke Bandung. たいへんですね.
Wawancara menanti saya pada tanggal 17 Juli 2009 jam 09.00. Bolak-balik lagi deh Bandung-Jakarta
Lagi-lagi saya menginap di Depok sehari sebelum wawancara (thank’s banget lah buat Ayu buat tumpangannya selama saya tes
) dan berangkat jam 06.00 lagi dari Depok ke Jakarta.
Bersambung… (next: wawancara)


0 komentar:
Posting Komentar