29 Januari lalu saya mendapat email dari Center for International Education Waseda University,
yang mengonfirmasikan bahwa saya ditempatkan di universitas tersebut.
Walaupun surat resmi dari pihak Kedubes Jepang belum keluar, paling
tidak email tersebut cukup menjawab pertanyaan yang masih menggantung
pada tulisan saya sebelumnya, soal universitas manakah yang akan saya
tuju nantinya.
Namun demikian, jika saya ditanyai soal
jurusannya, saya masih belum bisa menjawab. Lho? Yap. Mendapatkan
beasiswa ini, bukan berarti status saya sudah otomatis berubah menjadi
mahasiswa S2. Saya masih harus ikut ujian masuk S2 nantinya.
Tentang Monbukagakusho
Monbukagakusho (文部科学省) atau MEXT (Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology)
atau dikenal juga dengan Monkasho atau Monbusho (selanjutnya saya tulis
MEXT saja untuk memudahkan penulisan) adalah salah satu kementerian
dalam pemerintahan Jepang. Setiap tahunnya, MEXT menawarkan beasiswa
untuk studi di Jepang. Adapun program beasiswa yang ditawarkan adalah:
- Research Student bagi lulusan perguruan tinggi (S1 ataupun S2).
- Undergraduate, College of Technology, dan Professional Training College bagi lulusan SLTA.
- Japanese Studies bagi mahasiswa program studi Jepang.
- Teacher Training bagi guru.
Beasiswa yang saya apply tahun lalu itu adalah yang program Research Student. Info persyaratan dan tata cara pendaftarannya bisa dilihat di sini.
Beasiswa MEXT Research Student
ada 2 macam, yakni yang direkomendasikan Kedubes dan yang
direkomendasikan universitas (dikenal juga dengan Monbusho U to U).
Perbedaannya hanya pada prosedur pendaftarannya. Karena saya apply yang via Kedubes, jadi saya tidak akan bercerita soal yang lainnya.
Dengan membaca file ini
secara detail dan saksama, sebenarnya sudah tergambar beasiswanya
seperti apa. Memang panjang sih, dan pertama baca saya juga pusing.
Mungkin bisa saya ceritakan ringkasannya supaya bisa dapat gambaran awal
Tentang Seleksi Beasiswanya
Beasiswa ini biasanya dibuka sekitar bulan April. Seleksinya ada 2 tahap, yakni:
- Primary screening di Kedutaan Besar Jepang di Indonesia.
- Secondary screening di MEXT di Jepang.
Untuk primary screening, tahap
paling awal adalah seleksi dokumen (April-Mei). Semua persyaratan yang
diminta dikirimkan ke Bagian Pendidikan Kedubes Jepang. Bisa juga
diantar langsung
Dokumen-dokumen tersebut diseleksi, lalu yang lulus seleksi dokumen
ini akan menghadapi tes tertulis dan wawancara (Juli). Tes tertulisnya
berupa tes bahasa saja, bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Selanjutnya
tinggal tunggu pengumuman apakah Anda lolos atau tidak. Jikalau lolos, overall
seleksi di Kedubes sudah selesai, namun perlu digarisbawahi bahwa lolos
hingga tahap ini bukanlah jaminan bahwa Anda sudah pasti mendapatkan
beasiswa MEXT. Masih ada tahap berikutnya.
Tahap berikutnya adalah secondary screening
di MEXT. Pada tahap ini, Anda harus melengkapi lagi dokumen-dokumen
seperti yang dikirimkan pada saat awal mendaftar. Selain itu ada dokumen
tambahan, yakni Letter of Acceptance dari profesor calon
pembimbing Anda di Jepang. Dokumen-dokumen tersebut diserahkan ke
Kedubes (Agustus-September), lalu selanjutnya Anda tinggal menunggu
saja. Pengumuman hasil secondary screening ini keluar sekitar
bulan Desember-Januari. Jika Anda sudah dinyatakan lolos, artinya
bersiap-siaplah, Anda akan berangkat ke Jepang.
Kira-kira begitu gambaran umum alur untuk
mendapatkan beasiswa ini. Cerita detail pengalaman saya akan saya
jelaskan pada tulisan-tulisan berikutnya.
Setelah Seleksi
Selanjutnya jika sudah diterima, status Anda barulah sebagai research student (non-degree). Jika Anda ingin menjadi degree student, Anda masih harus mengikuti admission procedure dari universitas yang bersangkutan. Degree yang dimaksud bisa saja master (untuk lulusan S1) ataupun doktoral (untuk lulusan S2).
Kalau dari yang saya baca dan saya dengar, dalam masa research student tersebut, Anda akan belajar bahasa Jepang serta mempersiapkan diri untuk ujian masuk (jika memang ingin ambil degree).
Kapan ujian masuknya tergantung dari universitas yang Anda tuju. Bisa
saja Anda ikut tes masuk 6 bulan setelah berada di Jepang, atau malah
baru bisa tahun berikutnya.
Masa beasiswa sebagai research student maksimal 2 tahun (untuk keberangkatan April) atau 1.5 tahun (untuk keberangkatan Oktober). Jika Anda lulus ujian masuk degree, status beasiswa research student
yang masa waktunya masih lebih akan otomatis dihentikan dan Anda
didaftar sebagai penerima beasiswa S2 (2 tahun lagi) atau S3 (3 tahun
lagi). Jika dalam masa research student tersebut Anda gagal di ujian pertama, maka Anda bisa mengikuti ujian masuk kedua dan ketiga sampai masa research student habis. Jika sampai masa research student habis dan Anda belum bisa lolos ujian, maka Anda dipulangkan. Please CMIIW karena saya belum melalui tahap ini. Hehe…
Jadi jika ada yang bertanya apakah saya dapat beasiswa S2, maka jawaban saya adalah: belum
Lain-lain
Ada beberapa kabar burung yang menarik
soal beasiswa ini. Dari seleksi dokumen, yang maju ke tes tertulis dan
wawancara sekitar 100 orang. Lalu yang nantinya akan berangkat ke Jepang
sekitar 40 orang. Jadi peluang untuk mendapatkan beasiswa ini cukup
besar kan?
Lolos primary screening memang
bukan jaminan bahwa Anda akan mendapatkan beasiswa ini. Tapi konon
kabarnya, yang lulus tes tertulis dan wawancara akhirnya mendapatkan
beasiswa ini. Artinya, jika Anda masuk ke tahap secondary screening, peluang Anda ke Jepang semakin besar. Lalu, Anda nantinya bisa mengajukan 3 pilihan universitas di secondary screening, dan konon kabarnya lagi, Anda akan diterima di pilihan pertama.
Kata ‘konon’ sengaja saya tulis
berulang-ulang, karena itu memang bukan jaminan. Hehe. Saya ga ingin
nanti tiba-tiba ditimpukin orang karena kabar tersebut tidak berlaku
padanya. Tapi paling tidak hal-hal tersebut terjadi pada diri saya.
Hehe.
Tentang bahasa Jepang, Anda tidak perlu
ragu untuk mendaftar beasiswa ini jika Anda sama sekali tidak bisa
berbahasa Jepang. Saya mengalami sendiri. Saya cukup buta soal Jepang.
Saya baru belajar bahasa Jepang setelah mengikuti seleksi beasiswa ini.
Memang ada tes tertulis bahasa Jepang, tapi tak usah kuatir, karena jika
memang tidak bisa, Anda tinggal mengosongkan lembar jawaban. Tunggu
cerita saya soal tes tertulis dan wawancara
Yang pasti, Anda harus bersedia untuk belajar bahasa Jepang nantinya.
Rentang waktu dari Anda apply
beasiswa hingga akhirnya berangkat ke Jepang cukup lama. Hampir 1 tahun.
Jadi perbanyak sabar dan berdoa dalam masa penantian. Apalagi masa
penantian hasil secondary screening sangat lama.
Well. Segitu dulu. Ayo yang mau ke Jepang ataupun belahan bumi lainnya, selamat berburu beasiswa
Dengan biaya sendiri kan mahal :p
Bersambung… (next: seleksi dokumen)


0 komentar:
Posting Komentar